![]() |
| Image [source] |
Menghisap shisha memang asik. Anda bisa menikmati shisha dengan berbagai macam rasa. Saya dulu juga pernah memakai shisha waktu masih sering kumpul dengan teman-teman kuliah. Namun baru-baru ini saya membaca artikel-artikel yang mebahas tentang bahaya shisha. Ya, menghisap shisha selama 1 jam justru setara dengan menghisap 100 batang rokok. Oleh karena itu mereka yang menghisap shisha mengalami peningkatan resiko terkesa serangan jantung, kanker, stroke, pembekuan darah, hngga berujung pada kematian.
Saat ini hampir di setiap kafe atau tempat nongkrong menyediakan shisha. Namun sayangnya, menurut studi terbaru, masih banyak anak muda yang tidak tahu mengenai bahaya merokok shisha. Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Health Education & Behavior menyatakan banyak pemuda yang percaya bahwa menghisap shisha adalah alternatif dari merokok yang tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan.
Peneliti menganalisis data dari 2.871 perokok dan sekitar 25 persen menilai shisha lebih aman dari merokok biasa. Anggapan itu tentu salah besar. Shisha sama bahayanya atau bahkan bisa lebih berbahaya bagi kesehatan.
Apa saja kandungan pada shisha?
Seperti rokok, shisha mengandung tembakau dan kandungan beracun lain seperti nikotin, tar, karbon monoksida, arsenik, dan timah. Meski kandungannya sama, ternyata asap shisha lebih beracun daripada rokok tembakau. Jika dibandingkan dengan sebatang rokok tembakau, asap shisha mengandung arsenik dan nikel yang lebih tinggi, kandungan tar 36 kali lebih tinggi, dan karbon monoksida 15 kali lebih tinggi.
Merokok shisha biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan merokok tembakau, sehingga kandungan nikotin dan unsur penyebab kanker yang masuk ke dalam paru-paru pun lebih tinggi.
Menurut peneliti, shisha dan juga rokok elektrik juga bisa membuat kecanduan seperti rokok konvensional. Keduanya juga memaparkan bahan kimia ke dalam mulut dan paru-paru orang yang menghisapnya. Kebiasaan merokok shisha dan rokok elektronik juga dinilai dapat membuat seseorang pada akhirnya mencoba rokok biasa.

EmoticonEmoticon